buat yang sampe sekarang belum paham apa itu visa TG(Tokutei Ginou)!!
sebelumnya, coba kalian tanya ke sekitar rumah atau temen yang pernah kerja di jepang. pasti rata2 pada jawab MAGANG (bukan TKI). karena memang itu jalan yg di tempuh kebanyakan orang yg pergi ke jepang. di media2 pun kalau ada masalah di luar negeri sering nya nyebut istilah TKI itu yaaa Arab, Malaysia, Hongkong, Taiwan, Korea dll. sementara TG itu adalah:
dalam bahasa jepang Tokutei Ginou (TG)
kanji nya ็นๅฎๆ่ฝ
dalam bahasa inggris Specified Skill Workers (SSW)
dalam bahasa indonesia Pekerja Berketerampilan Spesifik (PBS)
https://kbritokyo.jp/informasi-umum-ssw/
https://kbritokyo.jp/alur-proses-ssw-bagi-newcomer-pekerja-baru/
https://www.mofa.go.jp/mofaj/ca/fna/ssw/id/overview/index.html
https://bp2mi.go.id/berita-detail/faq-ssw-jepang
https://kbritokyo.jp/faqs-terkait-dengan-ssw/
jadi gini awal mula TG itu muncul.
dulu senpai2 waktu habis kontrak magang pasti sedikit kecewa karena program magang maks hanya 3th(+2th). dan tidak boleh kerja ke jepang lg padahal udah biasa/nyaman tinggal di jepang, gaji besar tentunya. sebenernya masih bisa kembali ke jepang dengan visa engineer/spesialis, tapi ya harus kuliah dulu. kemudian ada yg akhirnya nekat(beruntung) nikah dengan orang sana. sehingga boleh masuk lg meskipun hanya kerja baito.
saat itu jepang masih naif karena tidak mau menerbitkan visa yg murni kerja. dan menganggap sektor pekerjaan yg tersedia masih bisa di isi oleh peserta magang. selain karena lebih murah membayar magang dan ya lagi2 naif, merasa negara nya lebih superior.
lambat laun, jepang mulai goyah. tingkat kelahiran disana begitu rendah. masyarakat berpikir mempunyai anak hanya akan merepotkan. bahkan lebih banyak obachan dan ojichan di banding anak2 muda. mulai lah muncul kesenjangan, anak2 muda di jepang yg sedikit itu lebih memilih kerja kantoran dibanding kerja kasaran. sektor kerja kasaran semakin kosong seiring obachan ojichan menua. lalu terbesit lah ide, membuat industri bokep untuk merangsang perkembang biakan manusia. tapi apa daya, sampe sekarang tidak berhasil. lalu muncul lah ide baru.........
merelease visa baru yaitu visa kerja (april 2019). jepang sangat paham negara negara betonamu firipin mianmaa dan termasuk indonesia adalah sasaran empuk karena memiliki timbal balik yg menguntungkan.
senpai2 disini pasti ingin kesana lg bukan???
visa ini pada dasarnya di peruntukkan untuk eks magang. dengan syarat minim saja yaitu bukti pernah magang 3th saja. maka kembali ke kaisha lama terwujudlah.
namun permasalahan muncul ketika ternyata tidak semua eks magang punya sertifikat tersebut, kaisha lama telah bangkrut dll. sementara kebutuhannya adalah ratusan ribu pekerja. maka dibuatlah persyaratan min N4 dan sudah setidaknya memiliki pengetahuan di bidang yg di minati (di buktikan dengan sertifikat ssw) yg tes nya sudah ada bbrp bidang sampai saat ini.
lagi2 permasalahannya tidak semua kandidat memiliki N4(karena tesnya terbatas 2x setahun) di buatlah jenis tes baru JFT basic(tesnya setiap bulan ganjil) yg sudah di desian sedemikian rupa, sehingga setiap orang yg mampu lolos, maka di anggap bisa hidup di jepang tanpa hambatan. dengan kata lain antara eks maupun pemula tidak ada bedanya kalau sudah mempunyai 2 syarat diatas.
LAGI LAGI DAN LAGI jepang naif, mereka tidak mau jika pada akhirnya terlalu banyak pekerja dari luar negeri. maka visa TG hanya maksimal 5th dengan jenis pekerjaan yg sebenarnya ngga berbeda dengan para pemagang (lebih fleksibel).
namun jepang berpikir apa boleh buat, jika resiko terbesar nya yaitu ternyata masih kekurangan orang, di tambahkan lah iming2 baru yaitu visa TG2 (lanjutan TG1) yg mengijinkan pekerja serta merta membawa keluarga inti sehingga para pekerja tidak perlu khawatir dengan kondisi istri dan anak2 nya. dan pada akhirnya para pekerja ini di ijinkan untuk membuat visa permanent, tinggal tanpa batas.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar